Sabtu, 28 Maret 2009

Rumah Nyaman Tunawisma


Satu Keluarga Tunawisma di Sta.Pasar Minggu Baru

Tunawisma di ibukota jumlahnya kian meningkat tiap tahun. Dan, stasiun kereta api menjadi salah satu 'rumah' favorit mereka. Jika kita menyusuri stasiun Pasar Minggu Baru, dengan mudah akan kita temui beberapa tunawisma. Meski, jumlahnya sekarang jauh lebih berkurang. Tahun lalu, ada beberapa kelompok tunawisma yang tinggal di stasiun yang relatif sepi ini. Kini, kelompok tunawisma ini jumlahnya jauh lebih berkurang. Seperti yang terlihat pada selasa pagi (23/2), ada satu keluarga terdiri dari bapak ibu dan seorang anak yang tidur di bangku penumpang. Si anak dan bapak tidur selonjor, sedangkan sang ibu, duduk terpekur. Buntelan kain terlihat teronggok di sisi sang bapak yang tertidur lelap.

Minggu, 04 Januari 2009

Belajar sulam pita

Belajar Sulam Pita

Akhir tahun 2008, tepatnya awal Desember 2008, aku belajar sulam pita. Aku tertarik dengan sulam pita setelah wawancara dengan pelaku usaha bisnis sulam pita di bazar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia beberapa waktu lalu. Acara tersebut sebenarnya merupakan bagian dari seminar CSR yang digelar UKM Center FEUI. Ternyata, setelah ditempelkan di kain, dompet, tas, etc, benda-benda fashion ini menjadi makin ciamik. Maka, kuputuskan untuk belajar sulam pita. Karena hari itu aku lagi ada di sekitar kampus UI Depok, dan ndilalah kok langite mendung buanget, dari pada aku pulang, ya mending ke Masjid UI. Kuajak mba lia yang ngajarin aku sulam pita ke selasar masjid UI. Di tengah rintik hujan aku belajar sulam pita. Jujur saja, aku orangnya ga teliti banget. So, agak ragu juga belajar keterampilan ini. Tapi, aku harus bisa. Harus bisa! Wah, dengan semangat 2008 aku belajar. Dan...mulanya aku ga bisa masukin jarum ke kain. Ternyata, perlu kesabaran dan kelembutan...
Akhirnya aku lulus belajar sulam pita. Meski, hanya membuat beberapa bunga (itupun ga jelas bunga apaan) dan ranting pohon (perasaan ga ada mirip-miripnya dengan ranting beneran, hehe). Sebagai bukti aku telah belajar sulam pita, tidak lupa kutempel dengan bangga hasil sulamanku di cover drink jar. Dasar males, aku tempel kain yang telah kusulam dengan jarum pentul, ga pakai jahitan. Tapi...tetep manis kok...

Kamis, 27 November 2008

Sing penting bejo (hidup itu unik)

Ada komentar kakakku (yang sebenarnya sangat umum seh). Ia selalu berdoa untuk anaknya agar nasibe bejo (nasibnya beruntung). Ia akhirnya berubah haluan berdoa seperti itu karena melihat kenyataan, banyak di antara temannya yang waktu sekolah tidak termasuk hitungan 10 besar(malah paling bodohdi kelas) tapi hidupnya sekarang bisa dibilang sukses secara materi.